Rabu, 19 November 2014

Itu Dulu...

                Semuanya berawal saat aku duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Aku ingat, beberapa tahun silam itu aku duduk di bangku paling belakang, bersama teman baikku. Kami baru saja naik kelas, jadi ini adalah tahun ajaran baru, sekaligus kelas baru bagi kami. Cukup sedih rasanya pada saat itu, karena aku harus berpisah dengan beberapa teman – teman baikku. Untungnya aku masih bersama Mayang, teman baikku yang sudah aku sebutkan tadi. Aku menjadi tidak terlalu merasa kesepian.
                Berhari – hari berlalu di kelasku yang baru ini, kelas 3-D namanya. Aku sangat ingat, letaknya di dekat tangga timur sekolah. Kelas ini juga bersebrangan dengan ruang kepala sekolah, membuat kita menjadi berpikir dua kali ketika ingin bandel. Di samping kelas ini adalah kelas 4-C, kelas senior kami pada saat itu. Kalian bisa membayangkan betapa menyeramkannya lokasi kelas kami. Dikurung oleh ruang kepala sekolah di bagian depan dan ruang kakak kelas di sebelahnya. Tetapi ternyata, anak – anak kelas baruku tidak sediam ataupun sesunyi yang kubayangkan sebelumnya.
                Kini, aku sudah memiliki banyak teman. Jadi, aku tidak lagi berduaan saja dengan Mayang. Bosan juga lama – lama bersama dia terus hahaha. Aku dan Mayang berkenalan dengan teman – teman sekelas perempuan kami. Sampai akhirnya kami membentuk sebuah geng seiring dengan berjalannya waktu. Aku ingat, kami tidak memiliki nama khusus untuk geng kami ini. Kami merasa cocok sejak awal sehingga apapun sering kami lakukan bersama – sama. Kami terdiri dari, Caca (aku sendiri), Mayang, Marsha, Tantri, Rai, Bella, dan Sekar. Jumlah kami tidak pasti, tetapi yang kuingat adalah mereka.
                Aku merasa nyaman dengan mereka sampai akhirnya suatu hari, Tantri dan Bella bercerita mengenai kekayaan mereka. Mari mulai dari Tantri. Ia bercerita bahwa di ulang tahunnya pada saat itu, ia diberi hadiah berupa piano eksklusif. Ia bilang, apapun yang ia inginkan pasti akan langsung diberikan oleh ayahnya. Aku tidak terlalu percaya pada awalnya, tetapi ketika dia bilang bahwa ia juga memiliki 25 koleksi jam tangan yang beragam, aku menjadi semakin percaya terhadap perkataannya. Hal ini dikarenakan, aku melihatnya menggunakan beberapa jam tangan yang berbeda setiap harinya. Padahal aku juga tidak tahu dan tidak menghitung berapa macam jam tangan yang sebenarnya sudah pernah ia kenakan. Kedua adalah cerita dari temanku yang satu lagi, yakni Bella. Cerita Bella ini mengenai rumahnya. Ia bercerita bahwa rumahnya sangat luas, dan di bagian depan terdapat 3 pintu eksklusif yang berbeda – beda. Pintu tengah untuk tamu – tamu istimewa, seperti presiden, penjabat – penjabat negara dll. Pintu sebelah kiri untuk tamu – tamu kalangan menengah ke bawah, atau tamu – tamu pada umumnya. Sedangkan pintu terakhir, yaitu pintu kanan, untuk anggota – anggota keluarganya. Lagi – lagi aku mudah saja percaya dengan semua perkataan di luar logika itu. Terlebih lagi aku juga masih berumur muda saat itu. Hal – hal imajinatif seperti itu sangat mungkin saja ada bagi anak – anak kecil.
                Aku sadar, perkataan – perkataan imajinatif mereka yang merupakan kebohongan belaka bertujuan untuk mendoktrinku agar lebih percaya pada mereka, sehingga aku akan dengan mudah menuruti kemauan mereka dan mengikuti semua perbuatan mereka. Aku mulai menyadari hal ini ketika pada suatu hari ketika kami sedang berkumpul di kantin, dan makan bersama, tempat makan Marsha tertinggal di kelas. Secara spontan, Tantri dan Marsha langsung memerintahkanku untuk mengambilnya di kelas. Aku bilang memerintahkan, bukan meminta tolong. Nada mereka sedikit membentak dan memaksa. Maka aku langsung saja menuruti mereka dan mengambilkan tempat makan itu di kelas kami yang jaraknya jauh dari kantin sekolah.
                Kejadian berikutnya adalah ketika pelajaran di kelas sedang berlangsung. Kebetulan pada saat itu aku sedang menulis catatan yang diberi oleh guruku, lalu tiba – tiba, Tantri datang menghampiriku dan menyarahkan buku catatannya kepadaku. Ia dengan seenaknya menyuruhku untuk mencatatkan semua catatan di papan tulis untuk dirinya. Lebih mengesalkannya lagi, catatan dia harus selesai terlebih dahulu, baru setelah itu aku baru bisa menyelesaikan catatanku. Entah kenapa, aku menangis saat itu, dan tiba – tiba Bella mendatangiku dan mencoba untuk menenangkanku. Tetapi tetap saja, Tantri terus memaksaku agar mencatatkan semua catatan itu.
                Sekar dan Rai, teman satu gengku berbeda dengan Tantri, Bella, ataupun Marsha. Ia dua anak yang sombong dan egois pada saat itu. Jika aku memiliki suatu barang yang baru atau bagus. Mereka bisa saja dengan seenaknya meminta barang itu jika mereka menyukainya. Mereka tentu saja tidak akan peduli dengan diriku. Hal ini dikarenakan mereka sudah merasa memiliki derajat lebih tinggi di atasku. Aku selalu menuruti kemauan mereka dan aku tidak pernah berani melawan perkataan mereka pada saat itu. Olokan – olokan seperti gendut, keriting, dll sudah biasa aku dengar dari mereka. Aku sudah cukup terbiasa dengan hal itu.
Entah kenapa hanya beberapa kejadian itu yang masih menempel di ingatanku. Sebenarnya masih banyak lagi kejadian menyebalkan lain yang terjadi ketika aku masih di bangku Sekolah Dasar. Baru sekarang ini aku sadar bahwa itu semua merupakan salah satu bentuk bullying. Aku tidak percaya kalau dulu aku juga merupakan salah satu korban fenomena bullying di sekolah. Ketika kami menjadi korban bully, yang kami takutkan bukanlah mengenai  hukuman dari pelaku bullying, tetapi lebih kepada status sosial kami ketika itu. Mereka akan meninggalkan kami sehingga kami tidak akan memiliki teman. Mereka akan embicarakan kita di belakang. Mereka akan mengolok – olok kami, terutama yang berhubungan dengan keadaan fisik kami. Sehigga kami akan dipermalukan. Jadi, seberapa parah pun perlakuan mereka selalu saj aada sesuatu hal yang membuat kami tak dapat melawannya.
                Ternyata kelas 3 Sekolah Dasar tidak cukup untuk mem-bully diriku. Aku masuk ke kelas  4 Sekolah Dasar setahun kemudian. Pada akhir kelas 3 Sekolah Dasar hubungan kami menjadi membaik. Entah karena mereka sudah terlalu lelah dengan memperlakukan aku seperti itu atau akunya yang sudah mulai belajar menyikapi dengan lebih baik lagi. Jadi, secara tidak langsung aku sudah tidak lagi merasa takut jika akan di-bully oleh teman – temanku di kelas yang baru ini. Entah aku harus senang, sedih atau bahkan biasa saja jika ternyata aku menduduki kelas 4-C yang selama ini berada persis di sebelah ruang kelasku dulu.
                Lagi – lagi, kelas baru, teman – teman baru pula. Teman – temanku kini adalah Putri, Dessy, Nia, Asty,  dan Oxa. Mereka sangat baik, tetapi kami tidak selalu melakukan apa – apa bersama. Kami hanya dekat satu sama lain. Hal ini menambah keyakinanku bahwa aku tidak akan mengalami hal – hal buruk seperti sebelumnya.
                Setelah 2 bulan berlalu, mereka sama saja dengan teman – temanku sebelumnya. Aku tidak tahu, aku yang memang sama saja atau mereka yang sama saja dengan temanku yang terdahulu. Waktu itu, Putri meminjam uangku untuk membeli makanan. Tentu saja aku segera meminjamkan uangku, ia bilang bahwa ia lupa untuk membawa uang saku ke sekolah. Tetapi semakin hari, ia semakin intensif meminjam uangku. Malah ia samasekali tidak merasa bersalah dengan terus – menerus meminjam uangku. Masalahnya, seringkali uangku habis hanya karena ia meminjamnya terlebih dahulu sebelum aku sempat menggunakannya. Setelah aku hitung – hitung, uang yang ia pinjam bisa mencapai tiga puluh ribu rupiah. Angka itu sangat besar untuk anak sekecilku dahulu.Kali ini, temanku tidak membentak atau menyuruh tetapi ia menunjukkan wajah memohon. Aku tidak dapat mengelak untuk membantunya. Lalu selanjutnya, Dessy, temanku dari batak ini senang sekali membuat lawakan – lawakan dan bercanda dengan kami. Tetapi, sampai suatu saat ia mencoret – coret wajahku dengan pulpen ketika jam istirahat sekolah. Awalnya memang bercanda, tetapi karena sifatku yang terlalu nurut dengan semua perkataan temanku, ia menjadi tertawa terbahak – bahak melihat wajahku yang penuh dengan pulpen. Dessy menjadi ketagihan untuk mencoret – coret wajahku. Akibatnya, Oxa ikut menertawakanku, dan memanggil semua teman sekelasku untuk melihat wajahku. Secara serempak mereka langsung menertawakanku. Aku tidak dapat menjelaskan betapa kesal dan malunya aku pada saat itu.
                Pada masa itu, sekolah bukanlah hal yang menyenangkan bagi diriku. Mungkin ini sepele menurut kalian, tetapi aku rasa aku tidak akan seperti sekarang ini jika dahulu aku tidak mengalami hal itu. Untungnya, semakin aku besar, semakin aku bisa mengatasi hal – hal itu. Entah ini memang berhubungan atau tidak, aku menjadi orang yang sangat peduli terhadap keadaan sekitar. Aku bisa senang jika sekitarku senang, dan begitu juga sebaliknya. Aku juga tipe orang yang akan merasa sangat tidak nyaman ataupun tenang ketika memiliki masalah dengan orang lain. Tak peduli seberapa kecil masalahnya, aku akan terus memikirkannya dalam – dalam. Hingga saat ini, masih sulit bagiku untuk berkata tidak jika ada permintaan tolong ataupun pertanyaan yang diajukan temanku kepadaku.Aku belum juga bisa bersikap tegas terhadap apa yang seharusnya menjadi hakku dan kewajibanku. Hal penting dalam hidupku adalah, kebahagiaan datang dari lingkungan, bukan dari diri sendiri. Sehingga jika kamu ingin hidup bahagia, maka bahagiakanlah orang – orang di sekitarmu. Harga sebuah pengalaman, tak peduli seberapa kecil halnya, kamu tidak akan pernah menyadari betapa besar pengaruhnya. Jangan pernah menyepelekan pengalaman kecilmu...

(Indonesian Language, 19/11/14)
Akademi Siswa Bangsa Internasional

                

Kamis, 09 Mei 2013

Sakit yang kubuat sendiri

Aku Ninda, aku punya hidup yang sungguh luar biasa indah, nyaris sempurna malah, tapi kadang semua sangat berbeda dan menyesakkan karena diriku sendiri.

Aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dari apa yang aku bisa, aku sampai tidak peduli bagaimana perasaan atau keadaan aku saat itu yang penting orang lain senang dan merasa nyaman kepadaku. Aku sangat menikmati hal itu, aku menikmati sakitnya sendirian, aku menikmati indahnya berpura-pura, tapi yang lebih lagi aku menikmati senyum dan tawa mereka.
Banyak, sangat banyak orang yang merasa nyaman dan menerima hal itu, alhamdulilah, tetapi ada juga yang justru malah melunjak dan menganggap kalau aku akan baik-baik saja sampai kapanpun. 
Aku senang bisa mendengar mereka bercerita tentang apa yang mereka rasakan, lalu bisa memberi saran, dan akhirnya bisa membuat mereka merasa lebih baik, mereka membuka lekuk senyumnya kembali.

Kadang aku ingin bisa seperti mereka, bercerita sepenuhnya, mendapat saran, merasakan kepedulian mereka, tapi itu semua sulit bagiku. mungkin aku memang bisa bercerita sedikit-sedikit kepada satu dua orang, tetapi itu tidak sepenuh hati, aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku dengan kata-kata. aku lebih bisa mengeluarkan rasa sakitku ketika aku benar-benar sendiri, bercerita sendiri, berbicara dengan angin yang berhembus, dinding yang tegak, tanpa ada siapapun lagi selain diriku sendiri. dan ketika aku benar-benar tidak sanggup mungkin aku akan menuliskannya, aku merasa lebih baik ketika itu. aku lelah menahan semua rasa itu sendiri, berdiri diantara duri yang menusuk tanpa ada yang membantuku keluar. 

Kadang aku berpikir, apakah semua rasa sakit ini datang dari perilaku ku sendiri? dari semua hal yang berusaha aku lakukan sebaik mungkin tetapi justru jatuh ke jalan yang sakit karena orang lain?

Tetapi menceritakannya pada Allah merupakan suatu keindahanyang tidak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata, inilah hidup memang baniyak suka pasti banyak pula dukanya. aku mensyukuri setiap detik yang terjadi di hidupku, atas setiap titik air yang jatuh, atas semua udara yang dapat aku hirup sehingga aku masih bisa hidup hingga sekarang ini.


Sabtu, 09 Februari 2013

Harvard University

Setiap orang punya impian, dan begitu juga gue haha. Harvard University, yuhu denger namanya aja udah ngerti kan? it is one of some university that I want to reach at the future. susah bgt pasti dapet disana, tapi ya kalo udah ada niat dan usaha dari sekarang insyaallah bisa. My dream is having an education at another country and fix this country, Indonesia. yaa berlebihan mungkin, tapi ya itu yang gue pengen. walaupun gue masih gangerti cita-cita gue apa hahaha. Dan ini beberapa cerita tentang Harvard,

Harvard University is an American private Ivy League research university located in Cambridge, Massachusetts, United States, established in 1636 by the Massachusetts legislature. Harvard is the oldest institution of higher learning in the United States and the first corporation (officially The President and Fellows of Harvard College) chartered in the country. Harvard's history, influence, and wealth have made it one of the most prestigious universities in the world.

Harvard is governed by a combination of its Board of Overseers and the President and Fellows of Harvard College (also known as the Harvard Corporation), which in turn appoints the President of Harvard University. There are 16,000 staff and faculty.
A faculty of approximately 2,410 professors, lecturers, and instructors serve as of school year 2009–10, with 7,180 undergraduate and 13,830 graduate students. The school color is crimson, which is also the name of the Harvard sports teams and the daily newspaper, The Harvard Crimson. The color was unofficially adopted (in preference to magenta) by an 1875 vote of the student body, although the association with some form of red can be traced back to 1858, when Charles William Eliot, a young graduate student who would later become Harvard's 21st and longest-serving president (1869–1909), bought red bandanas for his crew so they could more easily be distinguished by spectators at a regatta.
Joint programs with the Massachusetts Institute of Technology include the Harvard-MIT Division of Health Sciences and Technology, the Broad Institute, and The Observatory of Economic Complexity.


Harvard's 210-acre (85 ha) main campus is centered on Harvard Yard in Cambridge, approximately 3.4 miles (5.5 km) northwest of downtown Boston and extends into the surrounding Harvard Square neighborhood. Harvard Yard itself contains the central administrative offices and main libraries of the university, academic buildings including Sever Hall and University Hall, Memorial Church, and the majority of the freshman dormitories. Sophomore, junior, and senior undergraduates live in twelve residential Houses, nine of which are south of Harvard Yard along or near the Charles River. The other three are located in a residential neighborhood half a mile northwest of the Yard at the Quadrangle (commonly referred to as the Quad), which formerly housed Radcliffe College students until Radcliffe merged its residential system with Harvard. The Harvard MBTA station provides public transportation via bus service and the Red Line subway.

                 

(From Wikipedia)

Michael Alvarado & Carissa Rae a.k.a US

I am an admire of US. they're a couple and they have a really greaaaaat talent. check them on http://haveyouheardofus.com.

Some of their video ;)



Senin, 10 Desember 2012

My Beloved

Now I just wanna post about people who always by my side, and how meaningful they're.

BUDILUHUR 30.
Budiluhur angkatan 30 adlh angkatan tahun 2010/2013.
and a lot of experience i've got here with my weirdo friends hahaha <3

Oke kita bahas ada apaa aja diangkatan ini.
the first one is Redlance. it is our name. yang dibuat sama anak anak cowo di angkatan ini. kalo gasalah tombak merah artinya, hahaha. sangar. yaudahla gue ikutin mereka aja o:)

Then, anak anak yg lain bikin squad yang namanya.....Redlance Squad.
ini squad yg isinya ada Shuffle, Liquid, Beatbox, Robotic, and many more there.
I'm sure that u know why they made this squad. Karna emg skrg2 ini banyak squad kaya gini-__-
Tapi Rls kecelah ttp

Dan yang terakhir  adaalaahh Redladies<3
Ini bukan geng, grup, atau apalah. ini cuma kitakita yang emg temenan deket udah dr kls 7. so thats why we made it. kita emg cuma ada 15 orang. tp satu angkatan kita ini ttp yg lebih diprioritasin.
byk yg salah paham, karna emg mungkin ini terlihat karna geng. emg keliatannya seperti itu dimata bbrp org yang gasuka, tp niat kita ini cuma sekedar Friendship yg udahdeket dan sering main bareng. dan Thirty! ttp yg nomer satu buat kita;)

Well, itu sdkt cerita tentang angkatan gue. Everything begun here but not end here. Kita udh mau graduate, tp tolong ttp semuanya baikbaik ajayaa. love love love:*










Best song hell yeah

Gatau kenapa gue suka bgt sama lagu Michael Buble, lagu udah lamasih, tapi enak. He has a good voice, and a listenable song. Dan the best one bagi gue itu ya lagu ini, bisa ngerubah mood gue, asli.


MICHAEL BUBLE - HAVEN'T MET YOU YET

I'm not surprised, not everything lasts
I've broken my heart so many times, I stopped keeping track 
Talk myself in, I talk myself out I get all worked up, then I let myself down
I tried so very hard not to lose it 

I came up with a million excuses I thought, I thought of every possibility
 
And I know someday that it'll all turn out  

You'll make me work, so we can work to work it out  
And I promise you, kid, that I give so much more than I get  
I just haven't met you yet
 
I might have to wait, I'll never give up 

I guess it's half timing, and the other half's luck  
Wherever you are, whenever it's right 
You'll come out of nowhere and into my life
And I know that we can be so amazing  

And, baby, your love is gonna change me 
And now I can see every possibility
 
And somehow I know that it'll all turn out  

You'll make me work, so we can work to work it out And I promise you, kid, 
I give so much more than I get 
I just haven't met you yet
 
They say all's fair In love and war  

But I won't need to fight it  
We'll get it right and we'll be united
And I know that we can be so amazing 

And being in your life is gonna change me 
And now I can see every single possibility
 
And someday I know it'll all turn out  

And I'll work to work it out Promise you, kid, I'll give more than I get 
Than I get, than I get, than I get
Oh, you know it'll all turn out  

And you'll make me work so we can work to work it out 
And I promise you kid to give so much more than I get Yeah, I just haven't met you yet
I just haven't met you yet Oh, promise you, kid To give so much more than I get
I said love, love, love, love Love, love, love, love (I just haven't met you yet) Love, love, love, love Love, love I just haven't met you yet



Yep, that was the lyric. I get a new feeling everytime I hear this song.




Minggu, 09 Desember 2012

Mike Tompkins

He's my idol. so just lets check about who he is. i'll give you a lil story about him.

Born in Edmonton, Alberta, Canada during the historic tornado on July 31st, 1987, life for Mike Tompkins has been punctuated by memorable events, the most recent of which includes being rocketed to notoriety mixing his talents to create music using only his voice and mouth.
Mike’s novel ‘A Capella’ music has stemmed from over a decade of demanding and diverse musical and production pursuits, starting with beatboxing at the young age of 8.
From musical theatre production in highschool, to production, engineering and mixing of numerous albums (Juno award winning artist Shad K’s “The Old Prince”) during post-secondary education at the industry renowned Ontario Institute of Audio Recording Technology, Mike’s resume now includes collaboration as a producer and writer with Timbaland on his most recent Shock Value 3 album set for release in 2012.

The past year’s whirlwind of activities began when celebrity blogger Perez Hilton posted Mike’s cover of Katy Perry’s “Teenage Dream”/Bruno Mars “Just The Way You Are” quoting him as “Pretty on the eyes and ears” in September 2010, shooting the video to over 2 million views in under a month. This allowed the world to see his talents, which were quickly recognized by Ellen Degeneres and artist/producer Timbaland. This was followed shortly by appearances on The Ellen Show, The Today Show and two trips to Miami to work with Timbaland.

Confident yet amazingly down to earth, Mike’s goal remains to make great music, put a smile on people’s faces, and show his diversity as an artist. With over 400,000 YouTube subscribers and over 70 million views of his songs, Mike is well on his way to achieving these goals, and it is just the beginning!


Here it is, his newest video on youtube! enjoy :D

(Bruno Mars - Locked Out Of Heaven)